Translate

Thursday, March 07, 2013

Bukan MLM Bukan Money Game

"Bukan MLM, Fel. Beneran, deh. Kita cuma perlu cari minimal 3 downline. Kalo nemu downline lagi lebih bagus, ntar dijadiin downline-nya downline-mu. jadi kamu bisa bantu downlinemu untuk berkembang." 

"Dan gak seperti KWflame atau Sophie Markus, kita nggak jualan barang. Nggak pake apa-apa. Cukup setor duit, ntar duitnya beranak ndiri. Bukan money game kyk kebanyakan MLM."  


Pilih salah satu jawaban yang menurut anda paling benar: 
  1.  Ini agen MLM yang nggak ngerti apa itu MLM dan moneygame
  2.  Perusahaan MLM nya jago banget nyuci otak para marketingnya sampe mereka gak sadar kalo produk yang dijual itu sebenernya moneygame dan MLM
  3. Trik agen MLM untuk menarik minat prospek unyu kayak saya.
  4. Saya yang salah karena ngotot bilang itu MLM dan moneygame.
  5. Semua jawaban di atas salah.  


*sambil nunggu si Oni pulang dan dinner di Jusco. 

Sunday, February 17, 2013

REKOR!




Yak, akhirnya si Susu Tante berhasil melewati Resep Pastel panggang dan menduduki peringkat teratas untuk kategori: postingan yang paling banyak dibuka pembaca. 
Silahkan keplok-keplok memberikan applus, sodara sodari!!! Hihihihihihi......

Saturday, February 02, 2013

What is Sad Life?

As we live,
Making decision you regret, or encountering difficulties  of life 
Does not make it a sad life.
If you regret something, you gain wisdom.
When bad things happen, you'll learn to appreciate good things. 

A really sad life is, when nothing happens.


Ini bukan kata-kata bijak yang keluar dari otak saya yah. :p 
Ini nemu pas saya lagi nonton film. :p 

Wednesday, January 30, 2013

LIFE'S NOT FAIR



Sejak anak-anak saya meninggal di akhir tahun 2011 lalu, kalimat itu yang seriiiing banget mubeng-mubeng di otak saya. Iya sih, sekarang udah nggak sesering dulu mikir begonoh, tapi sesekali masih juga mikir gitu.  Lha gimana adil, coba? Saya yang udah dari muda pengen banget punya anak kembar identik laki-laki, giliran dapet malah anaknya meninggal. Sementara di sekitar saya, banyak orang-orang yang  "asal cubles la kok dadi", yang tega buang anaknya atau melakukan aborsi. Ealah.....   

Since I lost my sons at the end of 2011, the sentences above often  sounded in my head. Well, now is not as often as before, but sometimes I still think that this world is not fair to me. How could it was fair? I had  really wanted a twin identical baby boys, but after I got them, they are taken away from me. While around me, there is many people did not expecting to have baby -but they got a baby- just put their baby in the shelter or have an abortion.

Belom lagi kalo ada temen yang kadang curhat ke saya, ngeluh susahnya hamil, susahnya ngurus bayik, susahnya nyusuin anak. Jiiiiih, kok komplen mulu, sih. Sinih tukeran sama saya. Saya aja yang punya anak, situ yang jadi saya. Hahahaha......

Some other friends keep complaining about  how difficult to take car of their baby, how hard to be a pregnant woman, how hard to breastfeed a baby, etc. Your baby is a gift that I haven't receive, dude. Imagine if they were me. Will they stop complaining?

Kebayang gak gimana perasaan saya kalo denger kabar gembira tentang kehamilan dan kelahiran anak dari temen atau sodara saya? Makin cekot-cekot rasanya.  Koyoknya saya mulai ketularan si Tyke yang hobi nyemil Panadol, ya to? 

Everytime I hear about baby born or pregnancy news, it seems like someone drop a big stone on my head. Hahahahaha..... I think aspirin is now my best friend. 

Minggu lalu, waktu saya iseng buka-buka FB dan meng-kepo-in time line beberapa teman saya, saya baca tulisannya si Abu: 

 Last week, I read Abu write in his timeline in FB:

Life's not fair, so we complain about it. But if life was fair, the good moments wouldn't be so good now, would they? - Abubaker Sadikh

Eh, walaupun tulisan itu tidak ditujukan untuk saya, tulisan tersebut membuat saya tersadar. Iyo ya, selama ini saya menganggap hidup ini tidak adil karena kejadian-kejadian buruk yang saya alami dalam hidup saya. Lha ternyata banyak juga yah, kejadian baik yang terjadi dalam hidup saya yang kalo dipikir-pikir, iya emang karena hidup ini tidak adil. 

Well, even that quote was not intended for me, it makes me thought. I judge that  life is unfair to me because of bad things that I have experienced in my life. There is many good things -that seems too good to be true- happen in my life also, eh?

Contoh sederhana ya, temen saya yang gencar promosi, update barang, bagi brosur dll jualan baju via online, lha kok jualannya tetep nggak laku. Sementara saya yang sekarang nggak bondo dan  males-malesan jualan, kok bisa toh omzetnya malah tinggian saya.  Saya yang pecicilan, jarang berbuat baik sama orang, banyak kurangnya, kok bisa dapet suami yang baik banget kayak si Ony? Sementara temen saya yang orangnya baiiiik banget, sering bantu orang, rajin ibadah dan sebagainya malah dapet suami yang tukang selingkuh, maen tangan, dan ga kasih nafkah. *duh, mit amiiiiit. Lha itu juga termasuk ketidakadilan hidup ya to? 

A simple example, my online-shop's sales is higher than my friend's. Even he  vigorously make advertizing, spread brochures, etc about his online shop. In opposite, I do my online-shop business lazily, I don't even spend a little budget to promote my online shop. How could it be fair? Life is unfair to me in (a good way), eh?

Another example, how could a 'not so good' person like me got a veeeery kind husband like Funa? Where as I see one of my friend.... well... she is a very good woman, generous,  pretty, always offer a hand to other people, etc. In simple word, she is an angel. But she got a husband who often cheat on her, hurt her physically, and never done his job a s a husband. (*OMG, I hope it will never happen to me and all of you.) How could it be fair? Once again life has been unfair to me. 

FYI, si Abubaker Sadikh ini temen baeknya si Ony waktu masih tinggal di Dubai dulu. Usianya 25 tahun, atlet basket, lagi ngambil dual degree marketing dan finance, abis ini lulus dan mau ambil master di Amerika. Gape ngemeng bahasa Inggris, Prancis, Farsi (bahasanya orang Persia), Senegal, dan Arab. Denger-denger, sekarang dia lagi belajar bahasa Mandarin. Orangnya ramah dan supel, muslim taat, udah haji, sayang sama ortu dan sodara. Yang naksir? Banyaaaaaaaakkkkkk.... sampe ngalahin antriannya bang BC* di hari Jumat. Sekarang lagi jomblo loh. Ayo ayo... yang mau daftar silahkan hubungi saya. :p 

FYI, Abubaker Sadikh is one of Funa's bestfriend who live in Dubai. He is 25 years old, basketball player. Now he is taking dual degree in marketing and accounting. Will take his master degree in USA. He is able to speak English, France, Farsi, Senegal language, and Arabic. I hear from Funa, now he is learning mandarin.  Friendly and outgoing person, devout moslem also. Many girls line up to be his girlfriend. hehehehehe.... Anyone want to line up too? 

Berhubung kali ini obyek gosipnya ga bisa ngemeng Indonesia, terpaksa posting ini saya translate (dengan susah payah dan terngesot-ngesot) dalam bahasa Inggris. 

Sunday, January 27, 2013

ARI WIBOWO

Fely: Ehhhh, aku mau coba detergen ini, ah.

Ony: Lhaaaa, mau ganti merk detergen? Bukannya udah cocok sama yang sekarang?

Fely: Gapapalah, nyoba.Kali aja ini lebih bagus.

Ony: Ya udah lah, terserah kamu aja. 

......

Ony: Lho? Kok ambil yang besar? Kalo mau nyoba yang kecil dulu to, Yank?

Fely: Yang besar aja. Ada gambar Ari Wibowo-nya.

Ony: Zzzzz........ 





Ngomong-ngomong, Ari Wibowo sudah keliatan kayak om-om ya, sekarang.  Hihihihihihi..... Kayaknya sampe sekarang dia juga masih sering muncul di sinet-sinet Indo to ya? 

Duuuh, Om satu ini emang keren, deh. Muach...muach.... *cium-cium kantong detergen

Thursday, January 10, 2013

SUSU TANTE

Alkisah, waktu saya masih bekerja di Surabaya ada salah satu teman kerja di bagian personalia yang bernama Yanti. Orangnya lucu, cablak, dan centil. Dibilang ndut juga enggak sih sebenernya, cuma emang perawakannya lebih berisi dan gemol dibanding kebanyakan orang. Hihihihihihi....

Hampir setiap minggu, si Yanti ini ngider-ngider dari satu meja ke meja yang lain sambil bawa-bawa amplop plastik. Iya dong, meja saya tidak pernah ketinggalan disamperin si Yanti. "SUSU TANTE, bu Fely. Ayoooooo...." gitu kata si Yanti sambil senyum-senyum centil, kedip-kedip gak jelas, dan nyodorin amplop plastiknya. 

Biasa saya selalu nanya dulu, "Susunya siapa kali ini nih, Mbak Yanti?"
"Anaknya pak X baru melahirkan," atau "Kerabatnya pak Y kemaren meninggal, Bu."  seringnya dua jawaban itu sih yang saya terima. Baru deh setelah itu saya nyemplungin sejumlah uang ke amplop plastiknya si Yanti.


Apakah di kantor teman-teman juga ada pengedar susu tante seperti si Yanti?   
SUSU TANTE = SUmbangan SUkarela TANpa TEkanan
 

Friday, December 28, 2012

NATAL 2012

Saya sering ngebayangin dan penasaran, gimana sih suasana Natal dan bulan Desember di negara yang ada musim saljunya. Bisa maen ice skating dan bikin boneka salju. Pake sepatu boot dan mantel panjang ke mana-mana. (Gak kebayang yah kalo pake sepatu boot dan long coat di Indo. Dikira orang sedeng kali, ya?). Jalan-jalan ke downtown dan liat Christmas Carol. Tuker-tukeran kado dengan keluarga besar di bawah pohon Natal. Okesip, efek samping kebanyakan nonton dan baca novel barat. Hahahahahaha.... 

Well, sejak saya kecil, saya nggak pernah ngerasain suasana Natal ala barat begonoh. Even tuker-tukeran kado pun nggak pernah. Eh, pernah denk, pas kecil sering tuh ada acara tuker-tukeran kado sekolah minggu. Tapi khan lain. Biasanya, natalan di rumah cuma diisi dengan pergi ke gereja dan ngasih ucapan Natal ke temen dan sodara. Abis itu ngedon seharian di rumah ngliat acara dan film di tivi. Oiya, karena saya dulu sekolah di sekolah Katolik, biasa Natal dapet libur panjang tuh. Saya gak seneng-seneng amat. Soalnya itu artinya saya kudu bantu mama papa saya jaga toko. hahahahaha.... Gitu doang? Iya, gitu doang. Ga ada pohon Natal, ga ada baju baru, ga ada jalan-jalan, apalagi sale hunting. *jangan ditiru ya, adek-adek. Ini contoh orang Kristen yang nggak menghayati makna Natal yang sesungguhnya. Hihihihihi.....

Tapiiiii, walaupun suasana Natal saya nggak gitu-gitu amat, saya seneng banget lho kalo udah masuk bulan Desember. Entah kenapa, hawa Natal di bulan Desember tuh enak banget. Malang tetep panas, Malaysia juga tetep panas. Tapi hati jadi lebih nyes kalo pas ke gereja dan liat altarnya udah didekor Natal. Jalan ke mall juga dekornya unyu-unyu, lumayan buat cuci mata dan futu-futu walopun kagak belanja. Wahahahahaha......trus... apa lagi yah... oiya, lagu-lagu natal diputer di mana-mana. Berasa gimana gitu gak sih kalo denger lagu natal? Apalagi lagu Natal yang jazzy dan klasik. 

Tahun inipun, saya merayakan natal dengan cara yang sama kayak tahun-tahun lalu. Cuma bedanya, tahun ini Natalan berdua doang dengan si Ony.

Mall-mall gede di Malaysia sini niat banget deh kalo bikin dekor. Salah satu mall yang saya kunjungi, atriumnya disulap jadi kayak semacam komplek rumah boneka gitu. Rumah bonekanya ala pedesaan dan bersalju begonoh. Pengunjung mall boleh foto-foto sampe ndower di sono tanpa dipungut biaya. 

foto ini diambil di dalem mall lho
rambutku sudah tumbuh. :p
Sebenernya banyak spot bagus, tapi ya gitu deh, ramenya minta ampun. Mana orang-orang yang mau foto pada ga mau antri pulak. Jadinya susah motonya. T_T Yang hasilnya lumayan cuma dua foto saya dan Ony yang sedang mejeng di depan kandang (kotak? gubuk? pagupon?) burung ini. Hihihihihi......

patung di pintu depan World of Fengshui
Oiya, Sejak beberapa hari sebelumnya saya bilang ke Ony kalo saya pengen makan cake. Eh, lha kok pas tanggal 24 Desember waktu saya lagi nyiapin makan malem untuk si Ony dan siap2 mau pergi ke gereja,  si Michelle tiba-tiba nelpon Ony dan bilang kalo dia udah di depan apartment kita buat ngasih bingkisan cake Natal buat saya dan Ony. Aseeeeek..... pas deh. God is too good to me. Hehehehe.....

ada lilinnya segala. ^_^

cake unyu. Apadah namanya... snow snow apa gituh....

Misa malam Natal di Malaysia gimana? Yo sama aja kayak misa di Indonesia. Cuma bedanya, satu jam sebelum misa dimulai, ada acara Christmas caroling. Awalnya saya kira kita disuruh nonton Christmas carol gitu atau gimana. Ternyata enggak. Kita duduk2 di dalem gereja sambil nyanyi2 lagu Natal bareng. Sambil nyanyi, mata saya jelalatan dong. Soalnya dekor gereja lain dari biasanya. Lebih meriah dan istimewa. Selain itu, nggak kayak biasanya, banyak bule-bule rambut kuning yang dateng ke gereja. Ciyus, kalo hari minggu biasa jarang banget  lho ada bule rambut kuning muncul di gereja. Yang Indihe-Indihe mah dari dulu emang banyak, tapi pas misa Natal, mereka pake bajunya lebih mewah dan bling-bling. Seneng deh liat Indihe-Indihe cantik pake sari di mana-mana. Kapan-kapan saya juga mau beli sari ah, biar cantik kayak Miss Indihe.


  
Di awal misa, kita dibagiin lilin satu-satu sama Pastor. dan di akhir misa kita kudu nuker lilin kita dengan orang yang berdiri di sebelah kita dan nanya ke dia, dia mau didoain apa. Ntar kalo udah sampe rumah, kita kudu nyalain lilin yang sudah dituker itu dan mendoakan orang yang tadi kita tukerin lilin. 

Saya lumayan nervous, karena yang duduk di sebelah kami keluarga Indihe. Ony tukeran lilin dengan bapak nya, saya tukeran dengan anak ceweknya. Maaaaak >.<  Bukannya apa, yah. Bahasa Inggris saya udah pas-pasan ginih, ketemu sama Indihe yang biasa rada susah ketangkep karena logat basa Inggris-nya rada lain. Cucok dah! udah gitu si Ony malah gak mau waktu saya mintain tolong buat nanya ke sebelah saya. "harus berani ngomong sendiri. udah gede!", gitu katanya. Zzzz.......

Dan bener, waktu saya colek si cewek Indihe dan nanya, "What do you want me to pray for you?" Indihenya geleng-geleng kepala.  Waktu saya coba nanya ulang, "What is your wish for this Christmas? I will pray for you." eeee, Indihenya geleng-geleng kepala lagi sambil ngemeng "I don't know." Bingung deh..... Dia jawab gitu karena dia nggak ngerti saya ngemeng apa, atau karena emang dia ga punya wish apa-apa, sih? 

Ya udah, akhirnya saya ngemeng, "Okay, then I will pray for your healthy." Lha, kok Indihe nya geleng-geleng kepala lagi. Trus saya disalamin. Gimana sih! Trus dia ngemeng ke saya pake logat Jawa, "Orang mana?"  @_@ Doenk!!!! 

Ternyata orang yang saya ajak tukeran lilin tadi bukan orang Indihe, sodara-sodara! Tapi TKW Indonesia yang kebetulan tampangnya mirip Indihe dan kebetulan dapet majikan orang Indihe. Ealaaaah! Cuapek deh..... Nggak tau, si Mbak TKW itu agama apa yah. Kayaknya dia nggak paham kenapa tuker-tukeran lilin. La wong dia nggak ngerti tadi pastornya ngemeng apa. Owalah..... tapi ya udah gapapa, saya tetep bawa lilinnya si embak dan nyalain di rumah. Moga-moga majikannya si embak baik dan gajinya dia cepet naik, biar duitnya cepet ngumpul dan balik ke Indo. Hihihihihi.....


Saya ucapkan selamat Natal untuk teman-temin yang merayakan Natal, yah.  Selamat tahun baru buat semuanya. Semoga tahun 2013 membawa banyak keberuntungan dan rejeki buat kita semua. Sampe ketemu di postingan saya tahun depan. Yoi, saya baru bisa bikin postingan lagi tahun depan karena besok saya Ony bakal pulang ke Indo untuk ngerayain tahun baru dengan keluarga di Indo. Asiiiik. >.<