Thursday, 11 February 2016

TUTORIAL: Campur-Campur Warna Lipstick

Alkisah, saya punya 3 buah lipstick yang jaraaaaang banget saya pake. Yaitu Wardah no. 26 shade Mango. La Tulipe Matt Lipstick no 217 shade Daisy, dan Revlon Super Lustrous Lipstick Creme no 415 Shade Pink in The Afternoon.
 

Di Youtube, saya liat beberapa beauty guru mencampur lipstick dengan cara diletakkan di sendok trus dipanaskan di atas lilin. Saya nggak suka pake cara ini, karena ibarat masak, lipstick dalam sendok khan langsung kena panas dengan suhu ekstrem. Nanti lak gosong, jek? Jadi saya coba cara lain, yaitu dengan cara mengukus.

Mau tau step by step pembuatan lipstick kukus ala saya? Cuss, disimak resep di bawah ini. 

Bahan: 
- Beberapa lipstick yang mau dicampur warnanya. 

Alat: 
- Jar kecil tahan panas (saya pake yang berbahan kaca)
- Sendok
- Tusuk gigi 

- Aluminium foil

Cara pembuatan: 

1. Sebelum mencampur warna lipstick di jar, cobalah mencampur warna lipstick dalam jumlah kecil untuk menentukan perbandingan bahan lipstick sehingga menghasilkan warna yang kita inginkan. 
Caranya dengan mengoles lipstick ke punggung tangan menggunakan kuas lipstick. Adapun perbandingan bahan yang saya pakai dalam membuat lipstick kukus kali ini adalah:
      2:1:1 untuk Revlon 415 : Wardah 26 : La Tulipe 217
2. Sterilkan semua alat yang digunakan (kecuali aluminium foil).  Pertama bilas alat-alat tersebut dengan air mendidih, Selanjutnya bilas dengan alkohol. Pastikan semua alat kering sebelum digunakan. 

3. Ambil lipstick-lipstick yang akan dicampur menggunakan sendok. dan letakkan ke dalam jar kecil. 
Lipstick-lipstick yang sudah saya penggal. Sereeeeem......

 
4. Tutup jar menggunakan aluminium foil. 

5. Panaskan panci kukusan. Ketika air dalam panci kukusan sudah mendidih, masukkan jar ke dalam panci kukusan sampai lipstick dalam jar benar-benar mencair. Kalo saya ngukusnya kurang lebih 2 menit aja. Lebih cepet dari masak Indomie, khan. Hihihihihi....

6. Keluarkan jar dari kukusan. Buka tutup aluminium foil, dan aduk adonan lipstick menggunakan tusuk gigi sampai warna lipstick benar-benar tercampur sempurna. 

7. Rapikan cairan lipstick yang mbleber di tepi-tepi jar (biar rapi aja, sih. Tapi kalo saya sih enggak, ya. Sayang lipsticknya kebuang. Mending dibiarin aja). Lalu tutup jar menggunakan kapas/tissue bersih jangan tissue bekas ngupil dan masukkan ke dalam freezer selama 10-20 menit.Pokoknya sampe lipstick dalam jar kembali mengeras gitu lah.
Voila! Lipstick kukus siap disantap!!!

Mari kita lihat penampakan dan perbandingan warna lipstick kukus yang saya buat dengan ketiga warna lipstick yang saya pake untuk membuat lipstick kukus.

Cakep khan hasilnya? Dominan warna Revlon 415 tapi sedikit lebih tua dan magenta kayak La Tulipe 217, serta ada sedikiiiit aksen warna oren kayak Wardah 26. Sesuai dengan yang saya mau dan bisa lebih sering saya pake sehari-hari. 

Kalau teman-temin sendiri bagaimana? Apa yang biasa kalian lakukan kalo punya lipstick yang jarang kepake atau bahkan nggak dipake sama sekali?



Read More




Tuesday, 9 February 2016

TIPS: Ide Kado Valentine


Photo by: http://www.rgbstock.com/user/pirshulet

Cieh cieeeh... yang baru jadian.... yang lagi bingung milih kado Valentine buat ayang beb. Cit cuittttt! Pusing ya milih kado Valentine yang berkesan di hati sang pujaan kekasih hati belahan pantat jiwa? Saya bantuin mikirin kado Valentine apa yang cucok buat dikasih ke ayang beb tanggal 14 Februari nanti ya? 

1. One Day Full Service
Ingin membahagiakan istri di hari Valentine? Dinner is so last year. Cobalah bangun lebih pagi,  bebersih rumah dan mempersiapkan anak berangkat ke sekolah. Ketika istri bangun, kejutkan sang istri dengan sarapan yang sudah tertata rapi di meja makan lengkap dan anak-anak yang sudah rapi serta siap berangkat ke sekolah. Dijamin mata sang istri akan berbinar-binar melihat kado Valentine special dari suami tersayang. Sanggup?


2.   Say it with Flower
Hampir semua wanita suka kalo dikasih bunga. Asal jangan karangan bunga turut berduka cita, ya. Wakakakakaka.... 
Basi? Terlalu biasa? Nggak spesial? Iya sih...... 
Ehm, gimana kalo dibuat special dengan cara kamu sendiri yang ngasih karangan bunganya. Muncullah di kantornya pada jam makan siang. Ceritanya kamu udah berdiri di depan pintu ruangannya. Jadi begitu dese keluar, sodorkan karangan bunga itu sambil menyenyong lagu happy birthday to you cinta. Aw, so romancos.
Asal nggak malu aja sih dijadiin tontonan sama temen-temen kantornya sang pujaan hati.



3. Lelehkan Hatinya dengan Sekotak Coklat
Para petualang cinta dalam sejarah selalu diceritakan gemar mengonsumsi cokelat. Tahukah kamu? Terdapat kandungan zat kimia phenylethylamine (PEA) atau "obat cinta" dalam cokelat. PEA ini diyakini dapat memengaruhi mood, perhatian, dan energi. Saat seseorang merasa sangat senang atau euforia, tubuh akan mengeluarkan PEA. 

Selain itu, sejumlah peneliti mengatakan, kandungan flavonoid dalam cokelat mampu melenturkan pembuluh darah sehingga aliran darah lancar, termasuk yang menuju ke organ seksual. Itu sebabnya banyak orang yang yakin cokelat memperlancar urusan itu tuuuu..... *sensor (info ini saya contek dan saya sadur dari: http://travel.kompas.com/read/2010/02/15/11355610/Cokelat.Reputasi.dan.Sejarahnya )

Selain itu, saya lupa, baca di mana yah? Coklat berkualitas baik akan meleleh pada suhu 37 derajat celcius. Sama dengan suhu tubuh manusia. makanya banyak pria memberikan wanita pujaannya sekotak coklat di hari Valentine (atau hari-hari special lainnya) karena sensasi coklat yang melumer di mulut melambangkan manisnya dan lembutnya cincaaaaaah. 

So, why don't you give a box of chocolate to your lover on Valentine's day? Biar lebih berkesan, permen coklatnya bikin sendiri dooong.  

4. Give Her a Teddy Bear
Bukan sekedar Teddy Bear biasa. Tapi Teddy Bear nya lagi megang cincin bertahtah berlian sebuah kartu ucapan yang didalamnya tertulis:
would you marry me? *pingsan







5. Not just a Dinner
Candle light dinner romancos kotos-kotos di sebuah restoran mewah nan kinclong mah udah biasa banget. Selain udah nggak terlalu special lagi, juga ngabis-ngabisin duit. 
Gimana kalo lokasi dinnernya diganti dengan makan ke tempat-tempat makan tradisional yang harganya murah dan hanya terjangkau dengan blusukan sana sini? Misalnya sekedar makan jagung bakar di Payung-Pujon. Seru lho makan jagung bakar sambil menikmati segar dan dinginnya hawa Kota Batu sembari ingak-inguk pemandangan kota Malang & Batu dari atas gunung. Widiiiiiw..... Cocok nih kalo pujaan hatimu seseorang yang hobi kuliner rakyat dan tipe adventurer.  
Saya sendiri sejak kecil sering diajak mama-papa saya makan jagung bakar di Payung. Tapi sayang, saya nggak pernah futu-futu di sana. Wes, gini aja, silahkan membaca info lebih jelas mengenai Payung-Pujon di sini, ya. http://www.malangtourguide.com/2014/11/kawasan-wisata-payung-tempat-transit.html
Read More




Wednesday, 3 February 2016

RESEP: Terong Malu



Resep gampillll bin kecilllll. Kenapa saya sebut terong malu? Karena terongnya nggak keliatan. Malu-malu ketutup tepung. Hihihihihi.....

Bahan: 
- 2 buah terong size sedang
- tepung bumbu (beri sedikit air)
- segenggam teri medan asin
- 1 butir tomat ukuran besar
- 3 siung bawang putih dihaluskan
- garam dan gula secukupnya
- 4 sendok makan sambel Mbok Na 

Cara Membuat: 

1. Potong terong sesuai selera. Bisa berbentuk keping atau memanjang. Lumuri dengan adonan tepung bumbu. Goreng dan tata diatas piring saji.

2. Cuci teri medan asin, goreng sampai warnanya kuning keemasan, sisihkan.

3. Haluskan tomat (saya pake food processor)

4. Tumis bawang putih hingga harum, masukkan tomat dan sambel Mbok Na. Biarkan hingga adonan sambal mengental.  

5. Siram terung goreng dengan adonan sambal. 

6. Taburkan teri medan goreng di atasnya. 
 

Read More




Monday, 1 February 2016

HPP (eps 1): Hit Pans Project

Halo, Teman-temin!

Eh eh eh, udah masuk bulan Februari aja, Kakaaaaaak.  Saya kok masih belum move on dari tahun 2015, ya. Sampe sekarang masih sering nulis 2015 ketika menulis tanggal di agenda, catatan belanja, de el e itu. Hihihihi…..

Terinspirasi dari beberapa beauty blogger, di tahun 2016 ini saya mulai melakukan suatu project yang heits banget di kalangan beauty bloggers, yaitu hit pans project. Aposeh hit pans project itu? Ehm, Teman-temin tau khan istilah 'Haul' yang juga heits banget di kalangan beauty bloggers. Dimana pada posting yang berjudul 'haul' itu, mereka akan memamerkan aneka produk skincare dan make up yang baru mereka beli/dapat. Nah, hit pans project ini kebalikan dari haul. Yaitu kami para beauty blogger -Hah? Kami? Lo masih punya muka ngaku-ngaku sebagai beauty blogger, Fel? Well, karena saya berasa beautiful dan saya seorang blogger, YA, saya dengan penuh percaya diri mengaku-ngaku sebagai beauty blogger walaupun hampir nggak pernah bikin postingan tentang biuti-biutian. Hihihihihi....- membuat posting yang isinya memamerkan aneka skin care dan make up yang sudah berhasil kami habiskan atau seenggaknya sudah sampai terlihat pan dasarnya.

Trus tujuan Hit Pans Project sendiri itu apa? Jelas, untuk mengurangi dan mengontrol aktivitas blanja blanji make up & skin care. Karena dengan adanya hit pans project ini, kita bakal lebih rajin dan semangat (bukan sengaja boros-borosin pake, ya) untuk ngabisin suatu produk dan berpikir lebih lama untuk membeli produk baru yang sejenis. Eits, bukan pelit juga lho ya.  Iya sih, make up dan skin care itu udah termasuk kebutuhan primer wanita (dan bahkan pria). Tapi tau sendiri khan, gimana kuatnya racun make up dan skin care ituh. Ada trend baru, beli! Ada diskon, beli! Ada buy one get one, beli! Banyak blogger kasih review bagus, kepo dong pengen nyoba dan akhirnya BELI! 

Alhasil tanpa kita sadari -eh sadar, denk. tapi seringnya tetep beli walopun tau dan sadar kalo masih punya banyak stock di rumah- stock make up & skincare kita jadi seabrek-abrek. Dan barang-barang tersebut dipastikan nasibnya bakal berakhir di tempat sampah karena sudah terlanjur expired sebelum habis terpakai. 

Ah sudahlah, kalian para cowok nggak bakal ngerti gimana rasanya keracunan mekap dan skin care.  Pokoknya gitu deh. Blanja blanji make up itu sama kayak makan Pringles. Once you pop, YOU CAN'T STOP! Sekali buka dompet buat beli mekap, gak bakal bisa brenti blanja blanji sampe tetes receh terakhir. Bila perlu keluarin kartu kredit. Kalo masih kurang, PO aja ke online shop, cuma bayar DP, pelunasannya bulan depan waktu barang dateng. Haduh..... -eh, saya nggak gitu, ya. Kalo tetes receh terakhir udah tandas, saya nodong si Oni, kok. *muka datar-

Baiklah, tanpa banyak cang cing cung lagi, inilah produk-produk yang sudah berhasil saya habiskan di akhir bulan Januari 2016: 




1. GARNIER Sakura White Pinkish Radiance Sleeping Essence
Walaupun krim ini harusnya dipake malem hari doang, saya suka pake juga setelah mandi siang atau sore. Iya sih saya tau kalo krim-kriman begini biasanya bekerja lebih efektif pada malam hari ketika kita tidur. Tapi biasanya saya suka lupa pake sebelum tidur. Hihihihi.... 
Entah kulit saya kemayu minta dikasih night creme yang lebih mahal atau memang sebenernya ada perubahan pada kulit wajah saya tapi saya nggak merhatiin, saya kok nggak merasa creme ini tidak memberikan efek pada wajah saya, ya?  
Repurchase? NO, mau nyoba merk lain.

2. ORLY Nail Lacquer
Harga: 180 rb an kalo gak salah.
Gunanya untuk mengencerkan kuteks yang mulai mengental. Saya suka banget pake produk ini karena tekstur dan kualitas kuteks nggak menurun (dibanding waktu baru beli) setelah ditetesi ORLY Nail Lacquer. Kalian masih suka pake acetone untuk ngencerin kuteks? Duh, jangan ya. Yang ada malah kuteksnya berubah tekstur dan lebih cepat mengental. Harga produk ini memang termasuk agak pricey, tapi worth it lah. Lagian pakenya gak banyak kok. 
Repurchase? Enggak dulu. Karena sekarang saya hampir nggak pernah pake kuteks. 

3. OPI Polish Remover - enriched with aloe vera (warna ijo)
Harga: 180 rb.
Saya juga demen pake produk ini. Nggak kayak acetone yang baunya nyenget bikin kliyengan, aroma produk ini terbilang lebih soft dan wangi. Produk satu ini juga nggak bikin kulit jari dan kuku kering. Selain itu pemakaiannya nggak seboros OPI Polish Remover yang acetone free (yang warna merah). 
Repurchase? NO. saya masih punya satu botol OPI polish remover acetone free.


Udah? 3 aja? Hehehehe... iya 3 aja itu dulu.

Read More




Sunday, 31 January 2016

Menang GA-nya Vindy

Alkisah, beberapa hari yang lalu saya dimensien di IG oleh salah seorang beauty blogger. Ehm, sebut saja namanya Vindy . Itu nama samaran, Fel? Enggak sih, itu nama aslinya. Hahahaha.... Si Vindy ini mengabarkan kalo saya terpilih sebagai salah satu pemenang giveaway yang dia adakan di blognya.

Haduhhhhh, syenang hatikuh! Sungguh senang, amat senaaang!!!! Nilai hadiahnya, sih nggak fantastis bingo. Sepaket alat mekap senilai setengah juta. Tapi ya bok, bagi seorang mantan banci lenong akut yang sudah mendapat hidayah dan kembali ke jalan yang benar pensiun sejak 3 tahun terakhir ini, yang sekarang kalo mau beli mekap seharga 20 rebo aja masih pake acara semedi dulu sangking lamanya semedi sampe barang yang pengen dibeli sudah nggak diproduksi lagi sama pabriknya, yang sekarang kalo mau beli mekap comparisonnya bukan sama merk lain tapi malah sama peralatan masak atau baju dan mainan bayi ya khan akika sekarang sudah emak-emak tauladan nan lembut serta keibuan dengan seribu pesona dewi,  tiba-tiba muncul seabrek alat mekap baru di depan mata. Gimana sih rasanya? Bagaikan hujan salju di gurun yang terik, kakaaaaak. Segerrrrrr..... 

Selain itu, seumur-umur, baru kali ini saya menang kuis/undian/giveaway. Sungguh, lho. Bukan karena saya malas berpartisipasi dalam acara begitu-begituan. Tapi istilahnya tangan saya ini nggak panas. Kalo disuruh ikut begituan selalu gak menang. Iri bianget sama teman-temin saya yang dikit-dikit menang undian, minimal dapet hadiah hiburan. Kok bisa, to ya? 

Singkat cerita, setelah memberikan informasi nama, alamat, dan nomor telepon kepada Vindy, dua hari kemudian, tepat pukul 13.30, abang kurir JNE tiba di depan rumah saya menghantar hadiah dari Vindy. Saya yang lagi laper berat karena belum mamam siang langsung berasa kenyang dan bahagia begitu buka isi paketnya. Ciyusan! 




Gimana gak bahagia. Coba liat isinya banyaaaaaak! Dan semua isinya adalah brand-brand mekap & skincare yang menurut saya middle up. Dan (lagi) setelah saya pelototin satu-satu, sepertinya semua produk-produk yang dikirim sama si Vindy bisa saya pake walopun ada beberapa produk yang saya kurang paham fungsinya apa. Najong lu, Fel. Babahin tooo, biarkan mantan banci ini sejenak merasakan kembali nikmatnya dosa. 






Makasih ya, Vindy. Hehehehehehe.....  







Read More




Thursday, 28 January 2016

MAKAN: Sego Resek Malang

Alkisah, saya penasaran dengan beberapa selebgram spesialis kuliner di IG yang membahas mengenai Sego Resek Malang. Ada yang bilang ini jujukan kuliner legendaris kota Malang, lah. Ada yang bilang rasanya huenak mandraguna. Ada yang komen ngantrinya ngalah-ngalahin antrian pembagian sembago gratisan. Wuih!!!!!  

Jadilah sore ini saya membeli dan mencoba sego resek yang heits itu. 

Masalah tempat, saya kurang tau ya. Soalnya saya nggak dateng sendiri ke warungnya, tapi pake jasa JAC. Apa toh JAC itu? Semacam gojek gitu lah. Tapi kalo saya liat foto-foto di IG, tempatnya ya biasa aja, warung sekelas warteg pinggir jalan gitu. Ada yang bilang, tempat berjualan sego resek ini dulunya adalah TPA. Dari situlah asal nama sego resek. Dalam bahasa Indonesia, sego means nasi, resek means sampah. Jadi sego resek means nasi capcay. Lho? Hahahahaha.....




Pas buka bungkusan sego resek, saya lumayan bengong. Penampakan isinya tidak menarik sama sekali. Campur aduk gak karuan. Nasinya kayak nasi goreng gitu, tapi warnanya nggak merah. Lebih kekuning-kuningan kayak nasi yang digoreng pake margarin itu lho. Ada sedikit campuran kecambah, mie, dan kubis. Lauknya beberapa suwir ayam, cuwilan usus ayam, sepotong mentimun, dan 6 buah cabe ijo serta 3 irisan telur. Kalo dibandingkan dengan 1/4 butir telur rebus, kayaknya masih banyakan 1/4 butir telur, deh. Bener-bener mirip nasi sisa. Hm.... mungkin karena itu juga, makanya dinamakan sego resek?



Jujur, kalo sebelumnya nggak baca review-review di IG, saya ogah disuruh makan sego resek. Asli, gak keliatan menarik dan mengundang selera. 

Ketika saya coba rasanya, hm...... kok ya biasa aja ya? Gak ada yang spesial. Kayaknya saya bisa deh disuruh bikin nasi campur dengan rasa lebih enak dari sego resek ini *maruk *somsek. Justru Clairine yang sekali suap trus minta-minta lagi. Tapi saya nggak berani kasih banyak-banyak, takut banyak vetsinnya, cin.

Kalo lauknya yang cuma seiprit, yaaaaah.... ndak berani protes lah ya. Secara harganya cuma 8 rebu perak, Kakak.  

Eh, tapi tapi tapi..., dengan harga segitu, saya bisa dapetin nasi jagung atau nasi campur yang rasanya lebih endeus, lauknya lebih banyak dan lengkap, serta penampilannya lebih layak, kok. Untuk ukuran kota Malang lho, ya. 

Kesimpulannya, saya nggak suka dan nggak merekomendasikan sego resek.

*eh (lagi), ini menurut pendapat saya pribadi lho, ya. Mungkin kalo makan di warungnya lebih terasa enak kali ya? Tapi kalo saya diajak makan ke sana atau ditawari makan sego resek lagi, ehm.... emoh, deh.

*(UPDATE) Malemnya ketika Oni pulang dari ketemu klien, dia juga nyobain sego resek yang sengaja saya sisihkan 1 bungkus untuk dia. Komennya sama, "Gak gitu enak. Lauknya kurang.". Kata Oni, dulu papa mertua juga suka bawa pulang sego resek. Tapi kalo papa mertua yang beli, semua lauknya masih dalam bentuk utuh nggak disuwar-suwir. Trus ada paru, sayur lodeh, dan sambelnya. Karena lauknya lebih berlimpah, jadi rasanya lebih nampol.   Ya ya.... Saya simpulkan, sego resek yang saya beli dengan bantuan JAC itu sego resek paket standard. Kalo mau lebih special, ya harus minta nambah lauk sendiri. 
Kalo ada kesempatan makan sego resek, saya sarankan teman temin harus minta tambahan lauk dan minta pake sambel & sayur lodeh. barangkali kalo lebih komplit begitu, rasanya lebih nonjok. Hihihihihi....  
Read More




Monday, 25 January 2016

Apa Kabar Clairine? (eps 4): Yang Unik



Januari ini Clairine berusia 2 tahun 3 bulan. Tingkahnya makin lucu dan (kadang) ngeselin. Hihihihihihihi........ I love her big black eyes ^_^

1. Pura-pura nangis
Seperti balita-balita pada umumnya, Clairine juga suka pura-pura nangis kalo keinginannya tidak dituruti. Tapi nampaknya dese jenis anak fast learner. Cepet nyadar kalo strategi meweknya ini nggak mempan buat mama papanya, karena kalo dese mewek saya dan Oni malah kompakan nyuekin atau malah bikin dia nangis beneran.  Jadi dia mulai bikin strategi baru, yaituuuuu pura-pura pingsan! Misal waktu sesi makan siang gitu dan dia emoh makan, dia bakal tiba-tiba ndeprok di lantai, merem, gak gerak-gerak. Dia bakal bangun kalo yang nyuapin menjauh. Haiyaaaaa.......


Abis mandi minta pake tutu dan difoto-foto

2. Lagi demen Frozen
Yah, telat banget ya baru sekarang nonton Frozen. Hahahahaha...... Setelah beberapa kali kita tontonin Frozen, Clairine jadi 'responsif' sama lagu 'Do You Want to Build A Snowman'. Tiap denger lagu itu, dese bakal nyari pintu terdekat buat diketuk-ketuk sambil teriak-teriak dengan suara cadelnya yang lucu, "Elsaaaa? Elsaaaaaa! Permisiiiiiii!!!" 



3. Mulai kemayu
Udah mulai sadar kali ya kalo dia cewek. Sekarang suka ketawa-ketawa centil gitu. Trus tiap ketawa agak lebar, pasti sambil nutup mulut. Helah..... Trus dese juga suka minta pake bedak dan make up  kalo mau bepergian. Ya nggak saya make up in beneran, jeh. Cuma saya kasih spons bedak bersih sama kuas bersih. Nanti dese bakal tepok-tepok muka kayak lagi pake bedak trus kuas-kuasin bibirnya kayak orang lagi pake lipstick. Hihihihihi.
 

Ci Luk Ba

4. Ngumpet di belakang korden
Entah kenapa, Clairine demen banget ngumpet di belakang korden. Kadang maen cilukba, tapi seringnya nggak malah ngapa-ngapain, ya udah diem-diem (sambil merenung kali) aja di belakang korden. 


Belum puas foto indoor, minta foto outdoor

5. Doyan maen hujan dan melihat bintang
Kalo ujan turun dese seneng banget jalan-jalan di teras. Trus kalo malem suka minta keluar ngliat bintang. Dese bakal lamaaaa banget ndongak melototin bintang sembari berbisik "Star.... Star...." sambil nunjuk-nunjuk ke langit. Wolah, sok romancos kamu, Nak. Hihihihihihi......


Read More




Return to top of page
Powered By Blogger | Design by Genesis Awesome | Blogger Template by Lord HTML